Friyay! Istirahat Woy!

klik.klas
8 min readJun 4, 2021

--

“Sorry, Bro. Gue nggak kenal weekend,”

Photo by Cristian Newman on Unsplash

“Hiyaaah….Apa itu weekend? Gue masih punya seabrek kerjaan yang kudu digarap weekend ini…”

Atau, pernah denger keluhan seperti ini, “Gila sih, gue weekend lebih sibuk daripada weekdays. Parah sama-sama kurang istirahat, cuy!”

Betapa banyak dari Lo yang saat weekend tiba ternyata belum bisa bernapas lega? Bisa jadi karena emang gunungan tugas yang tiada akhir membuat Lo harus terus bekerja, nugas, dan lembur bahkan sampai weekend habis. Atau karena Lo memang memiliki segudang list to do subjektif, yang Lo kejar, dan membuat Lo terus menerus bekerja.

Klikers, kesibukan sering dilihat sebagai sebuah kehormatan dan harga diri. Banyak juga dari kita yang melihat kurangnya waktu luang symbol tingginya sebuah status. Sibuk dianggap prestise. Sibuk dan sorry “melakukan banyak hal sampai hampir mati” dianggap keren. Padahal nggak selalu demikian.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesibukan yang dirasakan seseorang sangat terkait dengan harga diri seseorang itu, serta bagaimana orang lain memandang status mereka. Individu yang sibuk karena pilihan mereka sendiri, bisa jadi dengan kesibukan membuat mereka merasa dibutuhkan, dihargai, dan penting, sehingga kesibukan meningkatkan perasaan mereka tentang harga diri pada orang tersebut.

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa hari ini prestise nggak lagi hanya berdasarkan benda-benda mahal dan barang mewah. Sekarang individu yang sibuk juga dianggap sebagai status sosial, karena kekurangan waktu luang dianggap sebagai status sosial yang tinggi.

Selain itu, beberapa orang bisa jadi secara nggak sadar memilih sibuk karena ingin menaikkan harga diri dan status, tetapi beberapa orang lainnya, menjadikan kesibukan sebagai sebuah cara untuk lari dari perasaan dan situasi yang menyakitkan. Misalnya, Lo patah hati, dan akhirnya Lo menjadikan kesibukan sebagai cara untuk mendistraksi pikiran Lo. Jika Lo sangat sibuk, Lo dapat memalingkan perhatian dari apa yang mengganggu Lo atau menyebabkan Lo nggak nyaman di bawah permukaan. Tapi, sekali lagi, menjadi sibuk dan produktif seringkali berbeda. Jika Lo sibuk, Lo mungkin memiliki banyak hal, tetapi ini nggak berarti Lo produktif, atau menggunakan waktu Lo secara efisien. Sementara, menjadi produktif berarti mampu menyelesaikan tugas atau menyelesaikan sesuatu. Lo nggak perlu sibuk untuk menjadi produktif. So, demi kemaslahatan bangsa dan negara, ceilah lebay, please, istirahatlah walau hanya sejenak.

SIBUK TERUS BOLEH, TAPI TETEP JADWALIN ISTIRAHAT

Photo by Emma Frances Logan on Unsplash

Lo pasti udah tahu (karena bukan cuma gue yang ngomong) bahwa punya seabrek list to do secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan emosional dan fisik, serta kemampuan Lo untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain yang sehat. Lo bisa jadi mudah marah, kesal, ga nafsu makan, atau malah kebanyakan makan. Lo jadi bisa jadi kehilangan kehidupan sosial Lo, kehilangan waktu yang bermakna bersama keluarga, temen dan orang-orang terbaik dalam hidup Lo. Lo juga bisa jadi rentan mengalami berbagai hal lain, seperti kehilangan momen penting dalam hidup Lo dan nggak benar-benar merasakan betapa pentingnya momen itu.

Kliker, setiap orang, termasuk diri Lo yang super sibuk sama tugas, kerjaan, dan list to do, juga perlu meluangkan waktu untuk istirahat. Kalau kasusnya emang Lo terpaksa lembur karena sebuah kondisi eksternal dan emang sulit untuk istirahat, itu kasus yang berbeda dengan Lo sebenarnya punya waktu dan kesempatan untuk menjadwalkan beristirahat, namun nggak memanfaatkan dengan baik. Hari ini betapa banyak orang yang membiarkan waktu liburannya nggak terpakai dengan alasan yang sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi, semua itu bisa ditunda sampai waktu resmi bekerja tiba. Asal punya manajemen waktu yang baik.

Apapun caranya, please, ambil waktu untuk beristirahat meski sejenak. Misal baik Lo merencanakan liburan (vacation), staycation, atau bermain (playcation). Sekali lagi, super penting untuk beristirahat dari pekerjaan, rutinitas, dan tuntutan hidup di dunia yang nggak pernah berhenti menuntut Lo untuk terus bergerak ini, supaya diri kita bisa mengatur dan mengelola tingkat stres dalam diri Lo.

Perlu digaris bawahi. Pada saat Lo beristirahat, Lo nggak sedang melalaikan tanggung jawab. Lo malah sedang melakukan strategi agar tanggungjawab Lo terlaksana dengan baik, misalnya dengan merawat diri sendiri sehingga Lo memiliki stamina untuk mengerjakan yang terbaik saat weekdays tiba. Dengan mempelajari cara memperhatikan tanda-tanda bahwa Lo perlu istirahat, Lo akan dapat menjadwalkan waktu luang yang akan membantu Lo merasa lebih segar dan pulih.

Tanda-Tanda Lo Perlu Istirahat

Photo by Eduardo Flores on Unsplash

Lalu apa sih tandanya Lo butuh segera stop semua lingkaran setan kesibukan Lo ini?

Beberapa dari Lo bisa memahami diri Lo dengan baik dan langsung tahu kapan harus berhenti. Namun, kebanyakan dari kita belum tahu tanda stress diri sendiri. Stress dapat menyelinap masuk pada diri Lo tanpa disadari dan mungkin Lo belum menyadari bahwa Lo emang harus menarik rem kesibukan Lo dan berhenti. Tapi, sekali lagi, setiap orang merespons stres dengan cara yang unik, yang berarti bahwa tanda-tanda kewalahan juga sangat individual. Meskipun begitu, kita para anak psikologi ditugaskan untuk mencari garis umum, pola general dari semua tanda-tanda yang sangat individual tersebut. Nah, berikut merupakan tanda-tanda umum yang bisa menjadi pertanda bahwa Lo harus berhenti. Jika Lo mengalami satu atau lebih hal berikut, mulailah merencanakan waktu untuk berhenti.

Beberapa Tanda-Tanda Utama Lo Perlu Istirahat

Photo by Sid Leigh on Unsplash

Apakah Lo punya perubahan kebiasaan makan? Perubahan pola makan ini bukan berarti Lo jadi nggak nafsu makan, tapi bisa juga sebaliknya. Intinya kalau Lo sampai mengalami perubahan nafsu makan baik naik ataupun turun secara drastis, ini tanda tubuh Lo mulai merespon tekanan eksternal yang datang.

Selanjutnya, apakah Lo mengalami gangguan tidur? Gangguan tidur bisa berupa kesulitan untuk tidur nyenyak atau sebaliknya kesulitan untuk bangun. Rasanya Lo nggak punya energi, malas menyambut hari dan segala aktivitas di hari itu, rasanya Lo capek setengah mati dan nggak ingin bangun dari tidur. Gangguan tidur punya banyak variasinya, bisa dari mimpi buruk, tidur berjalan, tidak bisa tidur nyenyak sampai terlalu mudah tidur. Gangguan tidur ini menggarisbawahi perubahan pola ekstrim pada diri Lo yang biasanya nggak terjadi jika Lo dalam keadaan rileks.

Apakah Lo punya sinisme tentang pekerjaan/tugas yang Lo kerjakan? Lo terus menerus merasa kerjaan Lo nggak menarik, nggak berharga, nggak sepadan dengan apa yang Lo dapatkan, atau Lo terus menerus nyinyir dengan segala kesibukan Lo? Hm… ini bisa jadi tanda Lo emang harus istirahat.

Apakah Lo sulit berkonsentrasi pada tugas Lo? Baru sebentar dan sedikit mengerjakan tugas yang harusnya Lo selesaikan, tapi Lo udah merasa berjam-jam mengerjakan itu. Pikiran Lo terasa melayang ke berbagai hal lainnya, seperti jam makan siang, minuman manis yang seger, Kasur, atau perasaan ingin menyudahi pekerjaan Lo sesegera mungkin. Sulit konsentrasi, sulit menikmati, dan sulit merasa masuk dan terhubung dengan pekerjaan Lo, bisa jadi tanda penting untuk diingat, bahwa Lo sudah mulai harus recharge diri lagi.

Apakah Lo lebih sering sakit, kekurangan energi, kurang motivasi, suasana, frustrasi, merasa nggak fokus atau pusing, gejala fisik seperti sakit kepala atau sakit perut, menggunakan obat-obatan atau doping untuk mengatasi stres dan menarik diri dari teman, keluarga, atau rekan kerja? Jika ya, ini semua tanda stress ringan, yang perlu Lo cegah, untuk masuk ke tahap stress selanjutnya yang lebih tinggi dan berbahaya. Klikers, penting untuk dicatat bahwa banyak dari tanda-tanda ini mungkin juga merupakan gejala dari kondisi kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan. Bicaralah dengan dokter Lo atau ahli kesehatan mental jika gejala ini berlanjut bahkan setelah Lo istirahat.

“Tapi gue udah bersemangat kok, gue merasa berenergi, termotivasi, bersemangat, kreatif, dan sepenuhnya terlibat dalam pekerjaan dan hubungan gue. Apa perlu gue istirahat?”

Meskipun Lo sedang dalam kondisi prima, tetap aja Lo mungkin akan mendapatkan manfaat dari liburan, karena mengelola stres adalah ide yang baik sebelum jatuh ke lubang burn out yang lebih besar dan membuat Lo nggak terselamatkan.

Gimana Caranya Istirahat?

Photo by Katie Moum on Unsplash

Lucu ya, saat sebagian besar orang di dunia ini bertanya gimana caranya kerja yang optimal. Kali ini gue malah bahas gimana caranya istirahat dengan baik dan optimal.

Pertama, jika Lo perlu istirahat, ada beberapa opsi berbeda untuk beristirahat dengan baik. Lo dapat pergi untuk istirahat yang panjang atau sekedar bersantai sebentar, dari yang mewah sampai yang sederhana. Lo bahkan dapat memiliki istirahat selama beberapa menit setiap hari untuk menjaga produktivitas lebih tinggi dan agar nggak merasa kewalahan.

Liburan (Vacation)

Liburan dalam konsep vacation adalah sebentuk istirahat total. Kunci liburan secara total artinya Lo nggak pegang kerjaan sama sekali. Lo memprioritaskan istirahat dan kesenangan saat Lo pergi, jangan membebani diri Lo dengan kegiatan wisata, atau membawa begitu banyak pekerjaan. Totalitas lah beristirahat, seperti Lo totalitas juga dalam bekerja. Banyak orang merasa istirahat malah menambah bikin kerjaan makin banyak, karena harus mempersiapkan hal-hal terkait istirahat itu. Meskipun mungkin perlu upaya, dan malah bikin repot dalam persiapannya, semoga pilihan Lo untuk beristirahat total setelah itu akan membuat Lo merasa jauh lebih segar dan siap bekerja lebih baik lagi.

Menginap (Staycation)

Staycation adalah liburan yang lebih banyak stay (tinggal di suatu tempat) daripada jalan-jalan dan mengeksplorasi sekitar. Seringkali orang memilih ini karena istirahat memang harusnya istirahat (bukan malah jalan-jalan yang bikin capek). Staycation adalah tentang istirahat dan relaksasi, menikmati home sweet home, tempat yang sering membuat Lo terlalu stres dan sibuk untuk benar-benar menikmatinya. Lo dapat mematikan telepon, mengabaikan email, dan memutuskan untuk beristirahat dan bermain di rumah, atau pergi ke hotel terdekat untuk mempermudah proses tanpa gangguan ini.

Istirahat Singkat

Terkadang Lo hanya perlu istirahat dari stres sebentar dan kemudian kembali beraksi. Jika Lo hanya perlu istirahat sejenak, berjalan-jalanlah atau bersepeda, menikmati film, atau bahkan melakukan sesi meditasi selama lima menit. Kalau Lo tipe naturalistic, bisa juga menghabiskan waktu di luar ruangan di udara segar dan aktivitas fisik juga bisa menjadi penghilang stres yang hebat. Memasukkan ini ke dalam istirahat pendek Lo, seperti berjalan-jalan di luar rumah, juga dapat membuat diri Lo segar kembali.

Sepatah Kata Dari KlikKlas

Photo by Sincerely Media on Unsplash

Meskipun sibuk dapat berdampak positif pada harga diri, hidup, dan masa depan Lo, jika Lo sangat sibuk sehingga Lo nggak dapat merawat hidup Lo, seperti menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, dan menikmati waktu luang Lo, Lo sepertinya harus mengevaluasi kesibukan Lo. Apakah benar Lo harus sesibuk itu, benarkah apa yang Lo lakukan semuanya adalah prioritas, dan apakah benar-benar nggak ada yang bisa ditunda dan dikerjakan pada waktunya?

Meskipun mungkin terasa sulit untuk mengubah prioritas Lo,memutuskan hubungan dari tugas, pekerjaan, atau kewajiban yang nggak perlu dan dengan sengaja beristirahat dan meluangkan waktu untuk diri sendiri dapat meningkatkan kualitas hidup Lo secara signifikan.Klikers, untuk bertumbuh, setiap orang membutuhkan istirahat, sebab istirahat sejenak dapat menjadi cara yang berharga untuk merasa sehat dan segar kembali.

Semoga bermanfaat! Selamat bertumbuh!

Tentang Penulis

Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi, M.A

Salam kenal gue Fakhi. Gue merupakan peneliti dan ilmuwan psikologi sosial yang menyelesaikan studi S1 hingga S2 di Fakultas Psikologi UGM. Yuk baca dan cari lebih dalam tulisan-tulisan gue di Instagram @fakhirah.ir

Kunjungi Media Sosial Klik.Klas Lainnya

Jangan lupa ikuti terus update kabar Klik.Klas di Instagramnya juga klik.klas. Atau lo mau dengerin versi podcastnya? Bisa banget! Klik di sini.

Tulisan Ini Lahir Dari Tulisan Lainnya

Bellezza S, Paharia N, Keinan A. Conspicuous consumption of time: When busyness and lack of leisure time become a status symbol. J Consum Res. 2017;44(1):118–138. doi:10.1093/jcr/ucw076

Mariotti A. The effects of chronic stress on health: New insights into the molecular mechanisms of brain-body communication. Future Sci OA. 2015;1(3):FSO23. doi:10.4155/fso.15.21

--

--

klik.klas
klik.klas

Written by klik.klas

Platform pengembangan diri di luar kelas yang asik. Mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk menjadi muda yang #SelaluBertumbuh setiap hari.

No responses yet